Rabu, 07 Januari 2009

Penyelesaian Sengketa Pers (Bagian Kedua)-SKEMA

Secara gamblang sengketa pers sebagaimana dimaksud dapat digambarkan seperti diatas. (Kie Chang Liem, 08/01/09)

Industri Kreatif Modal Kemakmuran Republik di Masa Depan

Membicarakan industri tentu kita teringat pada asap yang mengepul dari sebuah kompleks yang dihuni oleh orang yang menutupi mulut dan hidung agar tidak menghirup polutan yang dikeluarkan industri. Benak kita terbayang pada sebuah pabrik dengan menjulang tingginya cerobong asap, lampu-lampu, berrisnya manusia serta sirene jam kerja.

Namun, konsep itu tidak selamanya benar. Industri kreatif lahir dengan berbasis pengetahuan dan kecerdasan atau lebih tepatnya berbasis pada kualitas manusia (SDM). Dalam suatu workshop, yang dilaksanakan Dedy Kurniadi & Co Lawyers, mengambil hasil riset yang dilakukan atas berbagai sumber, industri kreatif didefinisikan sebagai ”industri yang berasal dari pemanfaatan kreatifitas, keterampilan serta bakat individu untuk menciptakan kesejahteraan serta lapangan pekerjaan dengan enghasilakan dan mengeksploitasi daya kreasi dan daya cipta individu tersebut.”

Fakta membuktikan, Bill Gates, pernah menjadi orang terkaya sejagad berkat kemapuannya bersama partner bisnisnya dengan software bernama ”Microsoft”, demikain pula pembuat google, yahoo.com, merupakan orang-orang yang kreatifitasnya tidak diragukan lagi. Selanjutnya, mereka tidak hanya mampu memperkaya diri tapi memberikan sumbangan kemanusian sehingga memudahkan kita berhubungan satu dengan yang lain walau jauh tak terkira. Mereka orang-orang yang telah membuat dunia menjadi datar, mudah dan berkelas.

Jika demikian adanya, idustri kreatif yang lahir dari ide dn kerja kesar kreatif itu, tentulah memiliki manfaat yang berlipat. Suatu ciptaan tentu tidak akan berarti apa-apa ketika masih ditangan pencipta (creator) namun dapat menjadi pengubah hidup manusia dan menjadi bernilai ekonomis bahkan tinggi sekali apabila telah dibisniskan atau indiustrialiasi. Setidaknya dalam kaca mata sederhana industri kreatif mampu menyedot tenaga kerja pada saat produksi kreatif dilakukan.

Bayangkan industri media, semisal televisi dan radio juga lahir dari silang-menylang kretifitas, proses kreatif dan produksi kreatif bahkan dapat disaksikan dengan proses on line dari internet. Belum lagi, produksi kreatif ikutannya seperti iklan, film, sinema elektronik (sinetron), proses penyutradaraan, dan seterusnya adalah taut-menaut kreatifitas yang dihasilkan industri kreatif.

Industri kreatif tumbuh di Indonesia pun lahir akibat sistem politik yang semakin demokratis yang mendorong keterbukaan. Akibat ketrbukaan dan sedikitnya campur tangan pemerintah lahirlah ide-ide kreatif yang selanjutnya proses kreatif berjalan dan diindustrialisasikan sehingga bernilai materi atau ekonomis. Patut di ingat bahwa industri kreatif merupakan industri berbasis asek kekayaan intelektual (intellectual property) dan aset intelektual tidak pernah habis seiring kemajuan penguasaan ilmu pengtahuan dan teknologi.

Sebagai bukti, banyak pers yang harus tutup atau merger (terkadang bukan dalam arti sesungguhnya) karena kalah bersaing namun yang tumbuhpun lebih gila lagi dengan pola dan keunggulan masing-masing. Dalam satu bulan terakhir vivanews.com melauncingkan sebagai media terpadu demikain pula harian berbahasa Inggris Indonesia Globe, muncul meramaikan kancah pers nasional. Semuanya bukan tanpa dasar dan perhitungan ekonomis semata tapi juga didasarkan pijakan keunggulan pemikiaran dan ide yang tentunya berbasis pada kreatifitas. Sederhananya kait-mengait kreatifitas ini salaing menghidupi dan industri kreatif tumbuh diantaranya.

Dalam rangka memudahkan, pemerintah membuat model berdasarkan pada individu kreatif dengan denga lima pilar utama:
1 industri yang terlibat dalam produksi kreatif;
2. teknologi sebagai pendukung mewujudkan kreatifitas individu;
3. sumber daya seperti sumber daya alam dan lahan;
4. kelembagaan mulai dari norma dan nilai di masyarakat, asosiasi industri,dan komunitas pendukung hingga perlindungan atas kekayaan intelektual; dan
5. lembaga intermediasi keuangan.


Model yang dijabarkan oleh pemerintah ini tentunya dimaksudkan untuk memetekan idustri kreatif sehingg diketahui alur dari awal hingga industri kreatif mampu berperan sebagai penyokong ekonomi nasional.

Adalah tepat bila industri kreatif perlu dilindungi sehingga alurnya pun jelas mempunayi kemanfaatan yang praktis yakni bergeliatnya ekonomi nasional. Sekali lagi pilihan ini tidak keliru sama sekali, karena industri kreatif lahir dari kekuatan brain sumber daya manusia atau brain man power yang juga tidak punah selama manusia masih ada. Terlebih lagi penyiasatan setelah semakin berkurangnya cadangan minyak bumi dan hasil tambang lainnya yang bakal menemui titik kritis pada saat volume cadangannya berkurang.

Serangkaian data menunjukkan pertumbuhan ekonomi kreatif mencapai 7,3% pada tahun 2006 atau lebih tinggi dari pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 5,6%. Demikian pula, mampu menyerap 3,7 juta tanaga kerja setara 4,7% total penyerapan tenaga kerja baru. Dengan situasi seperti itu, bukan tidak mungkin industri kreatif akan terus tumbuh dan menjadi basis bagi berbagai produk yagn berkualitas. Lihat saja, berbagai produk mebel yang mampu tembus ke pasar internsional dibackingi oleh kreatifitas disainer dalam pembuatan model dan tentunya pemilihan bahan dan masih banyak lagi yang lain.

Namun lagi-lagi menjadi persoaalan sebagaimana pemetaan yang dilakukan oleh pemerintah, sejauhmana industri kreatif mampu tumbuh dan proses kreatif berjalan sehingga hasilnya dapat dinikmati secara optimal. Pada tingakt ini, jelas perlindungan hukum menjadi sentrum dalam menjaa keberlangsungan industri kreatif. Akan menjadi rusak bila sentrum tersebut tidak efektif dan berguna melindungi industri kreatif karena goncangannya melahirkan kemacetan pada industri kreatif. Pranata hukum HAKI adalah sentrum berjalannya industri kreatif agar tidakterjadi kekisruhan. Dapat dibayagkan apabila industri rumah tangga dapat memperbayak karya-karya kreatif arti rantai industri dari mulai penciptaan, proses, produksi, dan pemasaran hasil kreatif terputus yang menyebabkan idustri merugi yang otomatis merugikan pencipta dan pada akhirnya end user/publik juga dirugikan karana mendapatkan produk atu kemasan hasil ciptaan berkelas rendah. (Kie Chang Liem, 7/01/09)

Senin, 05 Januari 2009

HIKMAH MINGGU INI

Sesungguhnya Allah suka kepada hamba yang berkarya dan terampil (professional atau ahli). Barangsiapa bersusah-payah mencari nafkah untuk keluarganya maka dia serupa dengan seorang mujahid di jalan Allah Azza wajalla. (HR. Ahmad)
Sesungguhnya Ruhul Qudus (malaikat Jibril) membisikkan dalam benakku bahwa jiwa tidak akan wafat sebelum lengkap dan sempurna rezekinya. Karena itu hendaklah kamu bertakwa kepada Allah dan memperbaiki mata pencaharianmu. Apabila datangnya rezeki itu terlambat, janganlah kamu memburunya dengan jalan bermaksiat kepada Allah karena apa yang ada di sisi Allah hanya bisa diraih dengan ketaatan kepada-Nya. (HR. Abu Zar dan Al Hakim)
Mencari rezeki yang halal adalah wajib sesudah menunaikan yang fardhu (seperti shalat, puasa, dll). (HR. Ath-Thabrani dan Al-Baihaqi)
Barangsiapa pada malam hari merasakan kelelahan dari upaya ketrampilan kedua tangannya pada siang hari maka pada malam itu ia diampuni oleh Allah. (HR. Ahmad)
Sesungguhnya di antara dosa-dosa ada yang tidak bisa dihapus (ditebus) dengan pahala shalat, sedekah atau haji namun hanya dapat ditebus dengan kesusah-payahan dalam mencari nafkah. (HR. Ath-Thabrani)
Sesungguhnya Allah Ta'ala senang melihat hambaNya bersusah payah (lelah) dalam mencari rezeki yang halal. (HR. Ad-Dailami)
Seorang yang membawa tambang lalu pergi mencari dan mengumpulkan kayu bakar lantas dibawanya ke pasar untuk dijual dan uangnya digunakan untuk mencukupi kebutuhan dan nafkah dirinya maka itu lebih baik dari seorang yang meminta-minta kepada orang-orang yang terkadang diberi dan kadang ditolak. (Mutafaq'alaih)
Tiada makanan yang lebih baik daripada hasil usaha tangan sendiri. (HR. Bukhari)
Sumber: 1100 Hadits Terpilih (Sinar Ajaran Muhammad) - Dr. Muhammad Faiz Almath - Gema Insani Press

SEDEKAH Yuuk...

Dalam satu diskusi dengan temanku, pentingnya berbagi dengan orang lain…sebagai orang Isalam kita diwajibkan berzakat; zakat fitrah dan zakat mal, termasuk bersedekah, begitulah.

Jumlahnya juga tak banyak hanya 2,5% tapi ternyata berat juga..ngebayarnya juga ntar-ntar...tapi kalo dah urusan NPWP sebelum di rajia pemerintah wah buruan...beda banget ama zakat dan sedekah. Lebih individual, sanksi ntar di akhirat tapi karena diwajibkan maka kerjakanlah.

Jadi, ketika aku ngobrol bareng ama temenku, dia bilang, wah kalo kita, orang Krinstiani jumlahnya 10%. Mendengarnya aku terhenjak, haahh! 10% yang bener aja. Iya, katanya, itu untuk menghapus dosa dan membersihkan harta kita serta memperkuat persaudaraan kita juga menambah harta yang kita dapet. Kok bisa?? Karena akan memotivasi kita untuk bekerja menghasilkan kekayaan lebih banyak dan bisa membantu saudara-saudara kita yang membutuhkan. Pantes aja, orang Kristen pada kaya-kaya. Pantes aja, kalo aku liat pada acara Kebaktian temanku di gerejanya, mulai dari merci ampe suzuki parkir. (makasi, teman aku belajar darimu)

Sampai disini aku, mikir...! Sebagai seorang muslim, bukankah kita diajarkan hal serupa. Zakat membersihkan harta. Banyak dari dosa-dosa kita juga rontok bila kita rajin bersedekah. Terus, memperbanyak harta?? Kalau urusan solidaritas, aku fikir Islam sangat menganjurkan dan salah satunya ya, zakat dan sedekah.

Tapi temenku juga belajar dariku, orang Islam katanya, suka baca kitab suci padahal bahasa Arab, tau ga tahu arti di baca karena dapet pahala dan menenangkan hati. Aku juga, katanya, mau baca kitab suciku, minimal selembar dua lembar sehari...tadarrus ni yee..hehehe. (oke, dech)

Mmm...kayaknya karena aku ga ngerti bahasa Arab terjemahan juga harus dibaca dech. Tapi, aku salut atas perkataan teman ini yang bilang 10%, andai kita dapet gaji 1 juta, maka 100 rebu disumbangkan. Kalo saya, 1 juta, yah sekitar 25 rebu...KFC sekotak... bayangin aja kalo tiap bulan 25 rebu. Yo wess. Mari kita berlomba dalam kebaikan.

Aku jadi teringat, memang bener kalau kita berzakat harta kita jadi bersih. Disamping itu, memupuk rasa belas kasih, sabar dan ikhlas. Harta, siapa sih yang ga mau? Bahkan kalau kita shalat Dhuha, doanya, terjemahannya:

”Ya, Tuhanku, sesungguhnya waktu dhuha adalah waktu dhuha-Mu, keagungan adalah keagungan-Mu, keindahan adalah keindahan-MU, kekuatan adalah kekuatan-Mu, kekuasaan adalah kekuasaan-Mu, penjagaan adalah penjagaan-Mu. Wahai Tuhanku apabila rizqiku berada di atas langit, maka turunkanlah. Apabila berada di bumi, maka keluarkanlah. Apabila sukar, maka mudahkanlah. Apabila haram, maka sucikanlah. Apabila jauh, maka dekatkanlah dengan kebenaran dhuha-Mu keagungan-Mu, keindahan-Mu, kekuatan-Mu dan kekuasaan-Mu. (Wahai, Tuhanku), datangkanlah kepadaku apa yang telah Engkau datangkan kepada hamba-hambaMu yagn shaleh.” (doa seusai shalat dhuha:Ust. Labib MZ)

Ternyata kita mang disuruh untuk jadi orang kaya, doanya aja...minta disegerakan..tapi ya..kita harus mau berbagi. Begini juga, orang yang sukses itu pasti orang baik dan orang baik pasti orang yang berguna untuk orang lain karenanya kita harus rajin bersedekah atau berbagi dengan sesama, ya toch. Itu juga supaya harta atau sebab-sebab yang menjadikan harta bertambah (karir) bertambah atau meningkat. Tuhan juga menantang kita, dengan ”maukah kau kutunjukkan perniagaan yang paling menguntungkan? Berniagalah dijalan Tuhan”...maksudnya ya sedekah...itu..diibatkan berniaga, artinya ada untung dan rugi, pastinya berniaga dengan Tuhan pastilah untung.

Kalaulah orang lain, bisa berbuat baik mengapa kita tidak? Ya khan! Dalam suatu khutbah jum’at, khatib bilang. Pada waktu Nabi Muhammad memasuki Kota Madinah, dia melihat orang-orang Yahudi sedang berpuasa 10 Muharram mengenang dan menghormati Nabi Musa AS, ketika mengetahui itu, Nabi Muhammad pun berkata, Aku lebih berhak memuliakan 10 Muharram, maka disunnahkan berpuasa pada tanggal 9 dan 10 Muharram...Aku ga tau salah apa benar silahkan koreksi, tapi yang aku ingin gambarkan bahwa ada keinginan kuat untuk berbuat baik atau berlomba-lomba dalam kebaikan. Lihatlah, orang-orang Yahudi berpuasa 10 Muharram, Nabi menyerukan puasa melebihi orang-orang Yahudi. Begitu juga temanku yang 10% diatas. Apa ada yang mau berzakat atau bersedekah diatas 10% dari pendapatannya perbulan? (Kie Chang Liem 02/01/09)

Mari bicara Cinta (3)

Dunia ini tidak ujug-ujug alias simsalabim atau abrakadabra atau hocus focus...wiisss..criiing..tapi dibentuk melalui proses, apa sih susahnya bagi Tuhan untuk membuat dunia semesta ini. Tinggal bilang, kun fa yakun! Tapi dibentuk dengan 6 hari atau 6 masa atau 6 proses...

Wow, ini menjadi ikhtibar kepada kita, (1) Tuhan menghargai proses, (2) Tuhan ingin mengatakan inilah yang Kubuat dengan 6 masa itu untuk menjdikannya yang terbaik...Bukankah juga, manusia dibuat dengan sebaik-baiknya kejadian. Melaui, proses 40 hari dari darah...menjadi ‘alaq dan seterusnya...

Sudahlah, Maha Suci Tuhan kita. Intinya proses dan dalam proses ada usaha dan usaha itu butuh perjuangan dan perjuangan butuh pengorbanan....Hehehe, ga mau kehilangan makna silogisme...dalam premis-premis nie.

Yuk, sis n bro. Pengorbanan. Taukah kamu, pengorbanan itu penting. Itulah pembuktian dari ketulusan dan kemurnian cinta. Lihatlah, Ibrahim atau Abraham (AS) ketika ia berharap mempunyai keturunan tapi ia tak mau kehilangan cintanya kepada Ilahi. Dengan enteng ia berjanji bila aku punya anak akan kukorbankan sebagai bukti aku tak akan kehilangan cinta kepadaMu.

Dan, ketika anak itu tumbuh, janji itu ditagih dan Ibrahimpun memenuhinya. Sang ibu Hajar, walau sedih tapi meletakkan cinta dan harapan kepada Tuhannya, dan sang anak Ismail atau Ismael (AS) pun yakin cinta kepada ibu dan ayah adalah jalan kepada Tuhannya. Dan, segera penyembelihan dilakukan, seekor qibas menggantikannya.

Nah, apa sebenarnya? Jika kau mendapatkan cinta maka berkorbanlah. Bentuklah orang yang kau cintai menjadi orang yang berdaya. Jika kau menggantungkan harapan jangan kepada orang yang kau cintai tapi Tuhan yang menjadikan orang yang kau cintai. Lihatlah Isamil yang dincintai oleh kedua orang tuanya tidak musnah...!

Dalam cinta berkorban perlu…selain melatih kita untuk bersabar tapi merasakan dekapan Tuhan dalam harapan…merasakan Tuhan membimbingmu…berkorban waktu..mmm..biarkan orang yang kamu cintai memilih jalannya…dan pada akhirnya bilapun kau kehilangan orang yang kau cintai.. Kamu ga akan menyesal karena kau tahu Tuhanmu tidak mau kehilanganMu…dan memilihkan kamu sesuatu yang lebih baik.

Namun, pembuktian atas pengorbananmu juga penting…tunjukkanlah keseungguhanmu…nah…lakukanlah.

Wassalam. Kcl.

Mari bicara Cinta (2)

Pernahkah kamu tahu, sis and bro. Emas yang murni seperti apa? Yah tanpa campuran namanya juga murni...paling tidak sedikit mungkin campuran unsur lain, ya kalau bicara emas tadi kita harus bawa ke laboratorium..

Begitu juga kadar kesukaan kita pada sesuatu, jika kita suka tanpa pretensi apapun karena sayang aja, apakah itu cinta murni...

Paling tidak kita bisa merasakan itu melalui hati kita suka aja tanpa sebab barangkali...ups cinta buta? Tidak. Begitulah kalau kita murni mencintai seseorang atau sesuatu lahir dari perasaan paling dalam.

Tak mau kehilangan orang atau sesuatu yang kita cintai. Ingin terus dekat dengan yang kita cintai dan mersa selalu ada. Cinta atau suka yang demikian datang dari hati yang paling dalam.


Wassalam. Kcl.

Minggu, 04 Januari 2009

Mari Bicara Cinta (1)

Bagaimana rasanya jatuh cinta…huhu..jangan ditanya, bias menyiksa bisa juga rindu melulu dan satu lagi bisa tergila-gila, siang malam, pagi-sore, bisa senyum-senyum sendiri…yang pernah mengalami tahu rasanya..


Pencinta sejati, dia akan terus mengingat apa yang dia cintai atau orang yang dia cintai sekalipun sudah tak mungkin untuk digapai. Bodoh..memang. coba bayangkan berapa banyak waktu yang dikorbankan untuk mengingat yang dicintainya dan terus berharap. Padahal, dia tahu apa yang paling mahal dalam kehidupan adalah waktu…

Kita tidak akan pernah bertemu dengan waktu walau satu detik telah kita lewati, bayangkan para pencinta itu, dalam waktu, hari, minggu, bulan, tahun, windu, decade…emmhh. Kalau sudah begini merana, bro n sis.


Tapi, itulah dia tadi cinta itu ternyata tulus. Mari kita ubah cinta kita kepada makhluk yang mungkin semakin kita cintai semakin dia menjauh. Tapi bayangkan, para pengendara malam (nightrider), menitikkan air mata, merintih, meminta Tuhannya untuk menghapus dosa-dosanya.

Padahal, tak pernah dia melihat Tuhanya tapi kerinduan yang mendalam akan janji pengampunan Tuhannya dan pengabulan atas doa-doa yang dimintanya kepada Ilahi…tidak pernah mengenal waktu…dan berharap terus.

Ehhhmmm, kalau sudah begini..maka jangan pernah kamu meremehkan cinta, ya.

Wassalam. Kcl.